Apa yang diajarkan Orang Kaya pada Anak-anak Mereka Tentang Uang Yang Tidak Diajarkan Orang Miskin dan Kelas Menengah
Apa yang diajarkan Orang Kaya pada Anak-anak Mereka Tentang Uang
YangTidak Diajarkan Oleh Orang Miskin dan Kelas Menengah
“Alasan utama orang bersusah payah secara financial adalah karena mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun di sekolah tapi tidak belajar apapun mengenai uang. Hasilnya adalah, orang belajar bekerja untuk (mendapatkan) uang…tetapi tidak pernah belajar agar uang bekerja untuk mereka,” kata seorang teman bernama Robbert T. Kiyosaki. (Lahir dan besar di Hawaii, generasi keempat keturunan Amerika-Jepang).
Saya pernah membaca bukunya yang berjudul RICH DAD POOR DAD. Pelajaran yang dapat saya sharingkan kepada anda adalah bahwa anda semua telah diberi dua anugerah luar biasa: pikiran anda dan waktu anda. Terserah pada anda untuk melakukan apa yang anda senangi dengan keduanya. Dengan setiap rupiah yang masuk ke tangan anda, dan hanya anda sendiri yang mempunyai kekuatan untuk memutuskan nasib anda. Habiskanlah dengan bodoh, maka anda memilih untuk menjadi miskin. Habiskanlah untuk liabilitas, maka anda bergabung dengan kelas menengah. Investasikanlah dalam pikiran anda dan belajarlah bagaimana mendapatkan aset, dan anda akan memilih kekayaan sebagai tujuan dan masa depan anda. Pilihan itu ada di tangan anda dan hanya milik anda. Setiap hari dengan setiap rupiah, anda memutuskan untuk menjadi kaya, miskin atau kelas menengah.
Yang mau saya sampaikan adalah: apa yang ada di kepala itulah yang menentukan apa yang ada di tangan anda. Uang hanyalah gagasan. Ada referensi yang bagus juga, judulnya Think and Grow Rich. Judul itu bukan “Bekerja keras dan Menjadi Kaya”, namun “Belajarlah untuk Membuat Uang Bekerja untuk Anda”, saya yakin hidup anda akan lebih mudah dan lebih bahagia. Sekarang janganlah memainkan uang dengan aman, tetapi mainkanlah dengan pandai dan cerdas.
Buat para orang tua sekarang yang mungkin tidak bisa menyuruh putra-putrinya membaca. Saya turut prihatin. Mereka lebih senang menonton TV. Program anak-anak di TV menghalangi minat mereka untuk membaca. Intinya adalah; sekolah tidak mampu menyiapkan mereka menghadapi tantangan dunia yang kian besar. Tapi jangan kuatir, seorang teman bernama Sharon L. Lechter yang sebenarnya mengalami hal serupa dengan anda (hanya saja dia mungkin jauh lebih jenius dari pada anda hehehe). Adalah penemu “talking book” (buku yang berbicara) elektronik yang pertama dan membantu memperluas industri buku elektronik ke pasar internasional yang bernilai jutaan dolar sekarang ini. Dia tetap merupakan pioner dalam mengembangkan teknologi baru. Intinya (lagi) sistem pendidikan kita saat ini tidak mampu mengikuti laju perubahan global dan teknologi di dunia sekarang ini. Kita harus mengajar orang-orang muda kita keterampilan, baik pelajaran sekolah maupun finansial, yang akan mereka butuhkan tidak hanya untukbertahan hidup, tetapi untuk tumbuh dan maju lebih subur dalam dunia yang mereka hadapi.
Ariawan Chandra